Selama kurang lebih empat tahun bersama bersentuhan
dengan LDK Al Hurriyyah, masuk kemudian menjadi bagian darinya. Sampai
tiba saatnya saya harus melanjutkan estafet dakwah di Departemen
SDM ini. Berawal dari sebuah visi menjadi pengelola dakwah kampus
terbaik di Indonesia akan semakin nyata dengan terbentuknya aktivis
Islam yang berorientasi dakwah dan berjiwa pemimpin. Hal ini tertera di
dalam misi yang ingin dicapai bersama… Ya, salah satu misi LDK Al
Hurriyyah...
Lembaga Kaderisasi Al Hurriyyah itulah
Departemen SDM Al Hurriyyah. Visi dan misi secara umum adalah
mencetak seorang kader dakwah. Tidak menginginkan sebuah
keterkenalan, tidak menginginkan sebuah sanjungan, tidak
menginginkan sebuah penghargaan dari makhluk. Yang ingin dilakukan
adalah hanya mencetak seorang dai. Kaderisasi adalah nafas,
kaderisasi adalah darah, kaderisasi adalah langkah gerak,
kaderisasi adalah makanan pokok, kaderisasi adalah kita. Dan kita
adalah kaderisasi.
Ingin mencetak seorang dai yang produktif,
seorang anak manusia yang punya kelebihan tertentu berbeda dengan yang
lainnya, kaya ilmu dan kemampuan, punya skill tinggi dan kapasitas
mumpuni di bidangnya, kemudian dia berkontribusi untuk mempercepat
cita-cita islam. Dialah seorang kader yang siap untuk memuluskan
cita-cita dakwah, dialah kader yang siap untuk belomba bersama kader
yang lainnya melakukan perbaikan ummat. Mencetak satu orang,
kemudian dua orang, tiga orang, empat orang dan seterusnya.
Terus dan terus
menggandakan cetakan orang tersebut kemudian dari merekalah akan
berlipat ganda kebaikan ke seantero negeri. Karena mereka adalah cetakan
hebat yang bisa mencetak berlipat-lipat kebaikan. Cetakan satu orang
akan pergi mengembara dan menyebarkan kebaikan serta mencetak lagi satu
atau dua orang lainnya. Begitulah seterusnya, dari satu cetakan orang
maka akan bertumbuh tunas kebaikan baru yang akan bertumbuh kemudian
berbuah, berbiji dan membuat tunas-tunas baru. Hingga pada akhirnya
nanti, cita-cita kita bersama, kebaikan islam menjadi nafas jagad bumi
ini.
Tegaknya islam menjadi tempat berpijaknya poros
perputaran dunia ini. Proses mencetak kader sebagai sebuah visi bukan
perkara mudah. SDM Al Hurriyyah sebagi departemen yang meneguhkan diri
melakukan itu, dari hari ke hari senantia harus melakukan introspeksi,
evaluasi dan inovasi. Dibutuhkan banyak sarana, dibutuhkan banyak cara,
dibutuhkan banyak metode, juga dibutuhkan kesabaran tingkat tinggi.
Makanya muncullah berbagai kegiatan yang kita lakukan; perekrutan,
pembinaan, pengkaryaan. Juga muncul acara yang begitu berjubel;
kajian, rihlah, mabit, seminar, bedah buku, bedah film, lomba, dauroh,
berkemah, outbond, dan lain sebagainya. Tidak hanya itu, juga
menggunakan banyak sarana untuk mensosialisasikan diri; majalah dinding,
buletin, press release, kunjungan dan banyak lagi yang lainnya.
Sedemikian banyak pekerjaan yang kita lakukan, tujuannya adalah satu;
mencetak kader dai yang produktif dengan ilmu, amal dan kontribusi demi
mempercepat pencapaian cita.
Kalau cita-cita adalah
kampus yang islami, maka kita akan mencetak sebanyak-banyaknya dai di
kampus ini dengan berbagai cara, sarana dan metode. Kita akan mencetak
sebanyak-banyaknya kader dengan segenap variasi kemampuan yang kita
punya. Sehingga akan muncul banyak tunas di kampus ini yang siap
berkontribusi dengan kemapuan ilmu yang mereka punya serta keikhlasan
untuk menyebarkan kebaikan. Sehingga akan tercipta kampus yang penuh
dengan dai berstatus mahasiswa yang memiliki kemampuan keilmuan di atas
rata-rata dengan skill yang tidak diragukan lagi. Dengan begitu lihat
perubahan yang terjadi setelahnya!
Sudah menjadi tugas
para qiyadah ‘pemimpin’ untuk bisa membuat visi ini menjadi nafas gerak
para pengurus. Dengan begitu, langkah akan beriringan rapi, seperti
bangunan yang tersusun rapi. Kokoh dan tak tergoyahkan!
Ditulis 11 January 2011
No comments:
Post a Comment