Di Jalan Ini Kita Dipertemukan

Menapaki setiap alur kehidupan. Membuatku semakin tersadar bahwa hidup ini bukan tanpa skenario. Bahwa hidup ini sudah tergambarkan dengan jelas dalam rancangan kuasa-Nya. Jalan sudah terbentang. Hambatanpun sudah menantang. Aku yakin, bertahun-tahun lamanya aku di sini belum banyak yang bisa keperbuat dibanding dengan amalmu. Aku tahu, bahwa jejak-jejak yang kita tempuh ini memang penuh goresan luka. Dan aku juga tahu, bahwa ternyata kita semua dipertemukan dengan cinta di jalan ini untuk saling mengobati luka. Untuk saling bercanda, tawa ria, menutupi gelisah dan gejolak yang senantiasa menghinggapi relun-relung hati dan jiwa kita.

Sepuluh tahun, setahun, bahkan sebulan yang lalu pun aku tak pernah terpikirkan akan berjumpa denganmu. Namun, kehendakNya memang tak mudah terbaca dalam indera manusia. Ada banyak keajaiban-keajaiban diluar nalar dan logika. Hidup yang singkat ini tentu tak semudah yang kita bayangkan. Perjuangan, pengorbanan, kesetiaan, penghianatan, cinta, ambisi dan kekuasaan akan mewarnai lakon hidup manusia. Tapi aku yakin bersamamu, akan mampu kulewati semuanya dengan senyum dan binar wajah penuh ceria.

Di jalan ini, kita mencari Ridha Allah SWT. Kita melangkah untuk meraih jannah-Nya. Kita berjuang untuk menjemput syahid di jalan-Nya. Jalan yang terjal penuh onak dan duri. Jalan panjang dakwah yang membutuhkan nafas panjang menyusurinya. Semua butuh pengorbanan. Kita ingin meminang surga dengan segala keindahan dan kelezatan nikmat di dalamnya. Kita ingin memperoleh cinta dari pemilik alam semesta.  Surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Jalan dakwah. Di jalan ini kita dipertemukan. Untuk saling menguatkan. Untuk saling menopang. Menjadi bahu untuk sama-sama menanggung beban. Dan aku yakin perjalan panjang ini akan berbuah manis pada diujung penantian. Bersamamu kawan. Sahabat seperjuangan.


No comments:

Post a Comment