Bromo juni 2012

Coba kita lihat awan yang sungguh indah, bergulung-gulung seperti permadani yang seakan bisa diinjakkan dan bisa untuk tidur. Awan bisa bergerak kesana kemari dibawa oleh angin, ia menentukan tempatnya sendiri tanpa keterkondisian.

Andaikan manusia seperti awan, dia akan bebas. Sebuah kebebasan yang dilandasi kesadaran dan tanpa kepentingan, yaitu sebuah kebebasan yang seimbang dan dilandasi cinta penuh pelayanan. Awan juga memberi kita pelajaran tentang kebebasan tanpa penilaian, ia bergerak, berkumpul, bergerak lagi, begitu terus menerus tanpa penilaian apa pun. Oleh karena itu, jika segala tindakan dilakukan tanpa penilaian, tanpa asumsi terlebih dahulu, maka tindakan itu akan menjadi tindakan tanpa pamrih. Dan terakhir yang diajarkan oleh awan adalah kebebasan dengan kepasrahan, kepasrahan disini bukan berarti tindakan tanpa daya upaya, tetapi kita bebas, namun tetap dalam kepasrahan terhadap Tuhan karena kita memahami adanya hukum aksi-reaksi.